Penyebab kelelahan otot telah menjadi subyek dari banyak perdebatan. Beberapa peneliti menekankan pentingnya perubahan fisik seperti asam laktat sementara yang lain kembali kepada teori dimana kelelahan adalah sensasi yang dihasilkan oleh otak.
Emma Ross dari University of Brighton, Inggris, dan koleganya meminta 11 pria untuk melakukan latihan otot ekstensor lutut saat bernapas pada udara normal, yang memiliki 21 persen oksigen, 16 persen, 13 persen dan 10 persen oksigen untuk mewakili hipoksia ringan, sedang dan berat. Untuk menilai peran otak dalam kelelahan otot, tim mengulangi percobaan dengan menggunakan non-invasif stimulasi otak untuk menghasilkan sinyal korteks motorik, override kontrol sukarela dan memicu kontraksi otot lutut.





